1. PROSES PROSES PERSEPSI
Persepsi
adalah proses mengenali objek atau persitiwa yang terjadi pada individu setalh
mendapat stimulus melalui penginderaan. Penginderaan berlangsung setiap saat
ketika individu menerima setimulus melaui alat indera. Yang termasuk alat
indera adalah mata, telinga, hidung, lidah dan alat peraba. Alat indera
berfungsi sebagai alat penghubung antara individu dengan dunia luarnya.
Stimulus yang diindera itu kemudian diorganisaksikan danndiinterpertasikan,
sehinga individu menyadarim nengengali atau mengerti apa yang diindera. Proses
tersebut dinamakan oerseosi. Dengan kata lain persepsi terjadi ketika stimulus
yang diterima alat idnera diorrganisasikan dan diinterpretasikan. Degnan
demikian dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah pengorganisasian dan
penginterpretasian stimulus yang diindera sehingga merupakan sesuatu yang
berartim dan merupakan respons yang terintegrasi dalam diri individu (Walgito,
2004:88). Stimulus
atau rangsangan dari sebuah objek ->
ambang batas, ambang batas ini dimana kita dapat mendeteksi sebuah
stimulus atau rangsangan dari situ stimulus ini akan masuk -> alat indra
(penglihatan, penciuman, pendengaran dan peraba) atau penerima sebuah stimulus
yg nantinya akan diubah menjadi -> sensasi, sensasi ini lah sebuah arti yg
belum dimaknai, sehingga dari sini akan diolah oleh otak dan menjadi sebuah
persepsi
2.
FAKTOR
– FAKTOR PERSEPSI
Didalam
persepsi terdapat 2 faktor yaitu internal dan eksternal. :
·
Faktr Internal :
A. Alat indera dan pusat saraf : Alat indera yg terdiri dari penglihatan
(utama), pendengaran, penciuman dan peraba. Alat indera berfungsi sebagai penerima atau reseptor. Pusat syaraf adalah
otak. Otak akan mengolah informasi sehingga timbul persepsi
B. Perhatian
: perhatian adalah apa yg kita fokuskan untuk mempersepsikan sesuatu. Fokus
adalah langkah yg paling awal dalam perhatian
·
Faktor eksternal:
a. Objek
: objek yg dipersepsi harus lah berbentuk,warna dan unik
b. Kebutuhan:
permisalan untuk kebutuhan belajar
3.
PERUBAHAN
SENSASI – PERSEPSI
·
Stimulus : rangsangan yg dapat berupa
gelombang cahaya,suhu, suara atau yg lain. Yg dapat mengantarkannya pada
reseptor (mata,telinga,lidah,kulit)
·
Transduction : proses dimana sinyal
listrik yg menjadi impuls syaraf dan menjadi sebuah sensasi
·
Brain primary areas : setelah impuls
sampai diarea utama otak. Maka akan diubah menjadi sensasi yg belum bermakna
·
Brain association areas : disini sensasi
yg tidak bermakna akan diubah menjadi gambaran yg bermakna
·
Personalized perception : pengalaman
dari manusia akan mempengaruhi persepsi
Dan
setelah itu barulah Persepsi terjadi. Atau persepsi adalah Kemampuan untuk
membedakan,mengelompokan suatu benda. Didalam persepsi masih dibagi 2. Yaitu
Persepsi Visual dan Individual.
·
Persepsi Visual yaitu kemampuan
untuk menterjemahkan apa yang dilihat oleh mata, contohnya wujud dan latar
·
Persepsi Individual yaitu persepsi makna dalam akal pikiran
individu itu sendiri
·
Proses perubahan sensasi – persepsi
Ada
2 hal yang membedakan yakni proses bawah-ke-atas dan proses atas-ke-bawah. Pada
pemrosesan bawah-ke-atas (bottom-up processing), reseptor sensoris mencatat
informasi mengenai lingkungan luar dan mengirimkannya ke otak untuk analisis
dan interpretasi. Pemrosesan bawah-ke-atas dipicu oleh masukan suatu rangsangan
( Prouix,2007 ; Wei, & Zhou, 2006). Sedangkan pemrosesan dari atas-ke-bawah
(top-bottom processing) dipicu oleh pemrosesan kognisi pada tingkat yang lebih
tinggi di otak ( Sclack & Albright, 2007 ; Zhaoping & Guyader, 2007).
Kedua proses tersebut terjadi ketika kita sedang merasa dan mempresepsikan
dunia.
Nama :
Firmansyah
Kelas :
1PA10
NPM :
14514296
Fakultas : Psikologi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar