Jumat, 27 Maret 2015


             1.     Produk : SPA; Tranquility Spa
             2.     Person :
Ø Yang terlibat dalam karya ini, Team Kreatif :
- Mardiyah Permata Utami
- Meira Handayani
- Nadia Fildzah Syarafina
- Firmansyah
- Fadly Aryana

Ø Yang mendukung keberhasilan penciptaan karya :
- Orang Tua
- Walikota
- BPOM
- Masyarakat
- Teman Sekelas

Ø Peran mereka :
- Orang Tua : Memberikan do’a dan restu
- Teman Sekelas : Memberikan do’a dan semangat
- Walikota : Memberikan izin pembangunan
- BPOM : Mengecek kelayakan produk
- Masyarakat : Mendukung kelancaran usaha

Ø Untuk siapa atau target karya kreatif ini :
- Mahasiswi
- Remaja Putri
- Wanita Karir
- Ibu Rumah Tangga
- Pelajar Putri
3. Press
·        Motivasi
Karena, kita melihat tingginya tingkat ke-stressan khususnya terhadap mahasiswi, wanita karir, pelajar putri dan konsumen lainnya. Maka itu, kami memiliki treatmen untuk sedikit menggurangi tingkat ke-stressan yang dialami mereka melalui spa ini.

·        Dampak (+)
- Menghilangkan Stress
- Membuat otot tubuh lebih rilex
- Mengurangi rasa lelah di tubuh
- Membuat tubuh terasa segar
- Mengurangi pengangguran

·        Dampak (-)
- Cukup mengeluarkan uang yang tidak sedikit
- Membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan hasil yang baik
- Membuat Kecanduan

·        Cara Mengantisipasi kegagalan
- Selalu ridho dan ikhlas untuk menjalani usaha
- Mengutamakan kenyamanan dan kenikmatan konsumen
- Selalu memberikan produk-produk yang berkualitas tinggi
- Memberikan inovasi baru dalam treatmen agar konsumen tidak bosan

·        Langkah-Langkah pembuatan produk
- Mengumpulkan dana
- Memilih lokasi yang strategis untuk dijadikan tempat usaha
- Meminta izin kepada pemerintahan setempat
- Membangun tempat usaha
- Mencari pekerja yang professional

- Mempromosikan tempat ini kepada semua orang baik melalu brosur, iklan dan media sosial.

Kamis, 19 Maret 2015




1.      PROSES PROSES PERSEPSI
Persepsi adalah proses mengenali objek atau persitiwa yang terjadi pada individu setalh mendapat stimulus melalui penginderaan. Penginderaan berlangsung setiap saat ketika individu menerima setimulus melaui alat indera. Yang termasuk alat indera adalah mata, telinga, hidung, lidah dan alat peraba. Alat indera berfungsi sebagai alat penghubung antara individu dengan dunia luarnya. Stimulus yang diindera itu kemudian diorganisaksikan danndiinterpertasikan, sehinga individu menyadarim nengengali atau mengerti apa yang diindera. Proses tersebut dinamakan oerseosi. Dengan kata lain persepsi terjadi ketika stimulus yang diterima alat idnera diorrganisasikan dan diinterpretasikan. Degnan demikian dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah pengorganisasian dan penginterpretasian stimulus yang diindera sehingga merupakan sesuatu yang berartim dan merupakan respons yang terintegrasi dalam diri individu (Walgito, 2004:88). Stimulus atau rangsangan dari sebuah objek ->  ambang batas, ambang batas ini dimana kita dapat mendeteksi sebuah stimulus atau rangsangan dari situ stimulus ini akan masuk -> alat indra (penglihatan, penciuman, pendengaran dan peraba) atau penerima sebuah stimulus yg nantinya akan diubah menjadi -> sensasi, sensasi ini lah sebuah arti yg belum dimaknai, sehingga dari sini akan diolah oleh otak dan menjadi sebuah persepsi

2.      FAKTOR – FAKTOR PERSEPSI
Didalam persepsi terdapat 2 faktor yaitu internal dan eksternal. :
·         Faktr Internal :
A.    Alat indera dan pusat saraf :  Alat indera yg terdiri dari penglihatan (utama), pendengaran, penciuman dan peraba. Alat indera berfungsi sebagai  penerima atau reseptor. Pusat syaraf adalah otak. Otak akan mengolah informasi sehingga timbul persepsi
B.     Perhatian : perhatian adalah apa yg kita fokuskan untuk mempersepsikan sesuatu. Fokus adalah langkah yg paling awal dalam perhatian
·         Faktor eksternal:
a.       Objek : objek yg dipersepsi harus lah berbentuk,warna dan unik
b.      Kebutuhan: permisalan untuk kebutuhan belajar

3.      PERUBAHAN SENSASI – PERSEPSI
·         Stimulus : rangsangan yg dapat berupa gelombang cahaya,suhu, suara atau yg lain. Yg dapat mengantarkannya pada reseptor (mata,telinga,lidah,kulit)
·         Transduction : proses dimana sinyal listrik yg menjadi impuls syaraf dan menjadi sebuah sensasi
·         Brain primary areas : setelah impuls sampai diarea utama otak. Maka akan diubah menjadi sensasi yg belum bermakna
·         Brain association areas : disini sensasi yg tidak bermakna akan diubah menjadi gambaran yg bermakna
·         Personalized perception : pengalaman dari manusia akan mempengaruhi persepsi
Dan setelah itu barulah Persepsi terjadi. Atau persepsi adalah Kemampuan untuk membedakan,mengelompokan suatu benda. Didalam persepsi masih dibagi 2. Yaitu Persepsi Visual dan Individual.
·         Persepsi Visual yaitu kemampuan untuk menterjemahkan apa yang dilihat oleh mata, contohnya wujud dan latar
 

·         Persepsi Individual yaitu persepsi makna dalam akal pikiran individu itu sendiri
·         Proses perubahan sensasi – persepsi
Ada 2 hal yang membedakan yakni proses bawah-ke-atas dan proses atas-ke-bawah. Pada pemrosesan bawah-ke-atas (bottom-up processing), reseptor sensoris mencatat informasi mengenai lingkungan luar dan mengirimkannya ke otak untuk analisis dan interpretasi. Pemrosesan bawah-ke-atas dipicu oleh masukan suatu rangsangan ( Prouix,2007 ; Wei, & Zhou, 2006). Sedangkan pemrosesan dari atas-ke-bawah (top-bottom processing) dipicu oleh pemrosesan kognisi pada tingkat yang lebih tinggi di otak ( Sclack & Albright, 2007 ; Zhaoping & Guyader, 2007). Kedua proses tersebut terjadi ketika kita sedang merasa dan mempresepsikan dunia.


Nama              : Firmansyah
Kelas               : 1PA10
NPM               : 14514296
Fakultas         : Psikologi